Minggu, 07 Agustus 2011

Sugarstar

Sugarstar hampir seperti sebuah legenda urban di skena shoegaze lokal. Aksi mereka di atas panggung pada tahun 2000-an berbuah decak kagum atas suguhan musik mengagumkan, lalu tiba-tiba bubar tanpa sebuah album utuh, bahkan sebuah EP. 


Sugarstar
Begitu beruntung bagi mereka yang sempat menyaksikan aksi Sugarstar, sementara yang tak pernah hanya mengandalkan kisah cerita dari mereka yang pernah melihat band shoegaze asal Jakarta ini. Sedikit sekali informasi tentang band ini, bahkan sebuah page tribute Sugarstar di myspace (http://www.myspace.com/sugarstarshoegaze) pun setali tiga uang.

Pastinya, Sugarstar dibentuk oleh Iyub (vokal, gitar) yang pendiri Santamonica, bersama beberapa temannya, salah satunya Sulung (gitar, vokal) pendiri C'mon Lennon. Begitu bagusnya materi Sugarstar, bagi pendengar pertama mungkin bakal mengira seperti band shoegaze dari luar negeri saja. Tekstur MBV, Ride, Pale Saints, Slowdive, dengan memadukan unsur alt-ish dari Smashing Pumpkins dan Radiohead, bisa ditemui di Sugarstar.

Materi mereka seperti remah-remah roti terserak di internet, dan berpindah dari tangan ke tangan. Misalnya, trek berjudul Losing Days (bisa didengarkan di page tribute Myspace), dan beberapa lagu lainnya yang hanya berjudul Title 1, 2, 3, dan seterusnya, seakan mengaburkan sosok band ini. Hingga setahun lalu di page tribute Sugarstar di Myspace, Dita Saryuff, istri dari Iyub yang juga di Santamonica, mengirim sebuah testimoni sebagai berikut:

 
Dibawah ini tiga lagu Sugarstar yang bisa didengar di page official.fm (streaming online).. dan jika anda beruntung bisa melacak beberapa lagu (terkadang tanpa judul) di berbagai situs berbagi di internet. Jika gagal, tanyakan rekan-rekan anda yang mungkin memiliki materi-materi Sugarstar.


Bitter Kiss (Demo)

Another Fading Skies (Demo)

Thirteenth Seconds to Sweetness (Demo)

1 komentar:

  1. come back Sugarstar! [thank you Indonesian Shoegazer]

    BalasHapus