Selasa, 14 Mei 2013

Perfect Angel - Wishes

Band asal Bandung ini memilih vakum tanpa batas waktu. Meninggalkan beberapa singel yang terserak di blog ini, Myspace, dan kompilasi label Jepang. Dan muncul link lagu berjudul Wishes hadir di fesbuk. 

Perfect Angel
Jelang makan siang, saya tergelitik untuk mengecek sebuah link lagu dari seorang rekan pendiri Perfect Angel, Arief Norman. Judulnya Wishes, sebuah materi yang ngumpet di laci-laci folder komputer milik pria bergitar kebisingan sonik ini. Wow, jujur, band ini salah satu favorit saya di Bandung, untuk urusan shoegazing sounds. Full of sonic, modulasi, dan fuzziness, kira-kira begitu penerawangan saya dari kontur lagu ini.

Sensasi khas 90's? Sudah pasti, its a bit Sarah's, but from the labels shoegazing legion bands. More intense, but cool as fuck. Materi ini sebenarnya sudah nongol di laman Myspace mereka. Well, lagu ini patut didengarkan siapapun yang mau berkenalan lebih intim dengan genre kesukaan kita semua ini. Dan saya berharap band ini sebaiknya mulai berpikir ulang untuk soal vakum itu. My wishes...

just listen it:
https://soundcloud.com/ariefnorman/wishes-perfect-angel

Rabu, 24 April 2013

Negative Lovers - Flooded Eye (New Single)

Negative Lovers kembali merilis sebuah singel terbaru berjudul Flooded Eye. Nihilisme, trance, dan ekstasi dosis berlebih untuk setiap pendengarnya.


Band ini sempat memancing perhatian saya pada saat era Myspace. Ketika masih bernama Denial, musiknya memang meracik resep musik serba reverb dan fuzz, serba noisy pop khas JMC. Beberapa tahun kemudian, band ini kembali muncul dengan nama berbeda, dan kemasan musik yang lebih heavy, namun bit soft and druggy. Single perdana mereka (bisa dilihat di link ini dan ada unduhannya) , berjudul .38 Loves Me, menjadi kejutan menyenangkan.

Dan kini sebuah singel terbaru berjudul Flooded Eye bikin sore hari saya tampak 'oke' setelah diberi kabar oleh Beben tentang lagu gress ini. Lagi-lagi lagunya sangat druggy, dan buat skena lokal, belum ada sepertinya band yang berani di wilayah musik ini, shoegazy dan nihilistik, seperti yang dilakukan para dedengkot seperti Spectrum, Spacemen 3, ataupun Loop.

Kerennya lagi, Negative Lovers akan segera merilis album perdana mereka pada bulan Juni. Namun rilisan vinyl akan dirilis, berukuran 10' dan dibawah label Picture in My Ear. Mau dengar, lagu terbaru mereka Flooded Eye, via link di bawah ini, silahkan!!

http://pictureinmyearrecords.bandcamp.com/album/negative-lovers-38-loves-me-10

Sabtu, 16 Maret 2013

Breaking News: Deardarkhead Noticed the Blog!



I know it sound cheesy, but i just can't help to post the news :)) damn, Deardarkhead, a legendary shoegazing band from US, tweeted about a blog who compared a local shoegaze band named Cotswolds with them. Cool as "F"!

Jadi follow saja DDH di @deardarkhead

Senin, 04 Maret 2013

Cotswolds - S/T EP

Satu lagi riak dari wilayah Jawa Timur setelah Intenna, band bernama Cotswolds. Dihuni empat arek Suroboyo, dengan suguhan empat lagu demo siap diunduh.


Salah satu rekan berinisial NI menyapa dan memberikan link bandcamp dari Cotswolds. Band yang didirikan pada tahun 2012 ini, pada laman bandcamp mereka menjelaskan pengaruh musik mereka berangkat dari era 70-an dan 90-an. Personilnya sendiri terdiri dari Windrata Faizal (vokal, gitar), Farras Fauzi (drum), Dwiki Putra (gitar), dan Wing Wisesa (bas).

Keempat lagu mereka menarik. Tipikal band-band obscured era akhir 80-an, semacam Deardarkhead dan sejenisnya. Namun beatnya khas post punk. European Ocean, bisa jadi contoh, dikemas dengan vokal yang semerbak wangi reverb. Lagu Fire lebih kerasa banget, begitu juga Plasticity. Keseluruhan, EP yang baik dan patut dinikmati dari skena Surabaya, lebih variatif dan tak melulu harus modulasi. Fuzz dan reverb.

Segera download di Cotswolds EP

Senin, 11 Februari 2013

Negative Lovers - .38 Loves Me (Single)

Setelah begitu lama, band yang dahulu dikenal dengan nama Denial, Negative Lovers meluncurkan sebuah singel terbaru. A brand new sound full of ecstasy, spacey, and druggy.. 


Dahulu orang-orang mengenal band ini dengan nama Denial. Dan ketika band yang dihuni Toni Setiadji (gitar, vokal), Benedict Pardede (gitar), Yoga Indrista (drum), dan Respati Nugroho (basis) tampil di acara empat tahun lalu, Tribute to 90s Shoegaze dengan membawakan lagu-lagu Jesus and Mary Chain, nama Negative Lovers yang dipakai.

Kepikiran kalau nama Negative Lovers ini hanyalah sebuah nama lain dari Denial yang tak akan diseriusi. Well, salah, baru-baru ini Toni cs. merilis sebuah lagu berjudul .38 Loves Me, sebuah lagu yang keren banget. Di lagu ini, Negative Lovers tampak lebih gelap dan intens. DNA dari karakter sound yang telah dirintis oleh band-band noise lawas semacam Spacemen 3, JMC, dan Spectrum, kentara sekali. Full of sonic sound and spacey.

Dan saya pikir, akhirnya ada juga band seperti ini di skena lokal. Semoga saja mereka bisa merilis sebuah EP atau album di tahun ini. Bersegeralah untuk mengunduh lagu .38 Loves Me via link dibawah ini!

Negative Lovers - .38 Loves Me


My Bloody Valentine, Live Japan 2013. A Confession of Their Beautiful Noise..


Fathan Goenandar, gitaris band shoegaze bandung Avenue, begitu beruntungnya bisa menyaksikan secara langsung, My Bloody Valentine beraksi di atas panggung. Pengalaman luar biasa yang memekakkan kedua telinganya di negeri sushi ini. Damn..envy so bad :))


 "You made me realise that you were great !!"

Itulah kata-kata yang bisa saya katakan setelah menonton My Bloody Valentine. Mimpi saya mendengarkan live dua puluh menit 'noise session' dari lagu You Made Me Realize, akhirnya menjadi kenyataan. Harsh noise yang dahsyat dan saya pun memutuskan tidak mengenakan ear plug saat itu. Walaupun saya harus merelakan kuping saya sakit sampai hari ini. Ok, saya tidak akan membahas bagaimana noise session nya, saya akan coba bercerita pengelaman menarik saya menonton My Bloody Valentine Japan Tour 2013 Sunday February 10th 2013 Extra Stage Tokyo. ---- Fathan (Avenue)

Berburu Tiket

Sekitar bulan Agustus 2012, teman saya yang huge-fans of My Bloody Valentine, memberi tahu tentang kabar MBV akan tour ke Jepang. Wow! Saya sangat beruntung secara saya tinggal di Tokyo dan pastinya band shoegaze lawas ini bakal mampir di ibukota Jepang untuk rangkaian turnya. Saya pun tidak tahu pre-sale ticket ternyata sudah dijual berbulan-bulan sebelumnya. Saya pikir sebulan sebelumnya pun tiket mungkin masih tersedia, tetapi dugaan saya salah besar. 

Pada bulan Oktober, kami berdua berencana untuk menonton MBV dengan membeli 2 tiket pada hari yang yang sama. Tetapi tiket yang dijual pada hari jumat dan sabtu sold out, (walaupun pre-sale) what the hell!! maji ka yo!! Kecewa banget karena terlambat membeli pre-sale tiket. Saya sendiri tidak menyangka band indie model MBV bisa menyedot antuasiasme orang jepang seperti ini. Kalau Lady Gaga atau Bruno Mars tentu masuk akal

Seminggu kemudian, Smash (promotornya) menambah satu extra stage untuk hari minggu. Lucky! Tiket akan dijual hanya di salah satu toko di mall Parco, Shibuya. Berencana akan membelinya hari itu setelah pulang kantor. Datang tepat 10 menit sebelum toko itu ditutup, dan ternyata sudah sold out selang sejam boks tiket dibuka. Oh shit, band macam apa MBV ini? Ok sekarang saya beranggapan MBV setara dengan ketenaran Lady Gaga Lol! Atau terlalu banyak calo yang memborongnya. 

Whatever, I must watch this phenomenal band! Dengan terpaksa saya mencari calo tiket. Sesuai perkiraan tiket banyak dijual di yahoo auction Jepang. Dengan harga yang beragam. Harga asli semua jenis tiket adalah 8.000 yen  (sekitar 800 ribu dengan kurs Rp 100), tetapi harga yang dijual di yahoo berkisar 10.000 untuk all standing ticket sampai untuk reserved-seat ticket  25.000 yen!! Akhirnya, saya membeli tiket untuk dua orang seharga 13.500 yen. Itu pun hanya tersedia untuk hari minggu yaitu extra stage concert. 

Nevermind, finally i got it!! Sayangnya teman saya membatalkan untuk menonton MBV yang sudah direncanakan jauh-jauh hari dengan alasan memilih konser di Australia. Dan 1 tiket pun menganggur. Dengan terpaksa saya menjual lagi di internet, mulai dari craiglist, facebook dan yahoo auction. Ehm, merasa rugi karena mendapat kan tiket harga hampir 2X lipat saya pun memutuskan menjual nya kembali dengan harga yang lebih mahal. Sesuai perkiraan, bulan desember saya berhasil menjual nya dengan harga 15.000 yen (sekitar Rp 1.500.000), he he he..
           
Awal bulan Februari kebetulan juga ada kabar tentang rilis album baru MBV. Wow, after 22 years, finally they will release new stuff!! ha ha ha, insane. And… i download it (illegaly) :p. Cukup kaget, saya berpikir kepuasan mendengar materi di album berjudul 'M B V' ini hanya bisa dirasakan pada saat menonton live. Sound pada album itu akan hidup dengan sound system yang dahsyat. Saya sangat berharap mereka membawakan lagu di album barunya, terutama lagu dengan “on the plane sounds”,  Wonder 2. Dan saya merasa perlu membeli cdnya sebagai bukti fisik fans MBV. Lol

The Day has Come!

Tidak terasa tanggal sudah 10 februari dengan cuaca di Tokyo berkisar 1 – 9 derajat celcius. Saya pun memeriksa tiket saya, tidak lupa membawa glove dan scarf. Gate dibuka jam 5 sore, perjalanan dari rumah ke Shinkiba, tempat lokasi event, sekitar 1 jam via kereta. Saya berencana pergi jam 4 sore, tetapi satu dan lain hal saya telat 30 menit (standar orang Indonesia lol). 

Sampai di stasiun Shinkiba sekitar pukul 5.30. Saya pun bergegas jalan ke Studio Coast (sekitar 10 menit ). Seperti biasa selalu ada wanita-wanita jepang yang nangkring berharap mendapat kan tiket gratis dengan membawa kertas dengan ber tulisan マイブラチケットゆずって下さい artinya, 'minta tiket Maibura (sebutan untuk My Bloody Valentine)'. 

Sayang saya tidak sempat mengambil fotonya karena buru-buru. Sekitar 50 meter dari venue terdapat calo-calo yang bersedia membeli kelebihan tiket. Lalu tibalah di depan gate bersama segerombolan orang yang sudah menanti sambil merokok dan minum bir. Saya pun dengan santai merokok dan mengambil beberapa foto. Sepuluh menit sebelum acara berlangsung saya menyempatkan diri membeli kaos MBV yang di jual dengan berbagai macam design.   

Berbagai macam design kaos dan sweater MBV. Damn nge-blur.

Lalu dengan kocek 3.500 yen, saya memilih kaos dengan design simpel bertuliskan MBV.

Berbekal tiket, saya beranjak ke antrian pintu masuk venue yang memuat kapasitas 2400 orang saja. Informasi tambahan, konser MBV di Tokyo dihelatkan sebanyak tiga hari berturut-turut loh. Hemmm...  di area acara ternyata saya kudu membayar 500 yen ditukar dengan drink ticket beer yang sudah disiapkan panitia. Okelah, memilih untuk tidak menukarkan dengan beer, saya langsung berlari mencari tempat bagus untuk menonton mereka. Kali ini saya memang tidak berniat menonton paling depan, saya memilih untuk bisa mendengarkan sound yang baik dengan bisa melihat jelas semua personil, yaitu di tangga belakang. Yups untung saja masih ada tangga yang tersedia di barisan belakang. Dan tentunya semua orang berdiri.

Stage Set


Pukul 18.10, mereka pun memasuki stage dan seluruh penonton yang sudah menanti lama bertepuk tangan. Menonton konser di Jepang, jangan harap akan ricuh dan seru dengan teriakan histeris penonton. Kecuali kalo menonton di festival seperti Fuji Rock atau Summer Sonic. Belinda Butcher yang memakai setelan baju hitam hitam langsung menjadi pusat perhatian penonton. Masih terlihat “segar” dan “sexy” seperti di vidioklip Soon, ha ha ha . 

Tanpa basa basi, lagu  “I only Said” dimainkan. Sound gitar dengan sekitar 8 ampli dan 7 head untuk Kevin Shield; 3 ampli dengan 2 head untuk Belinda; dan 2 ampli dan 2 head untuk Debbie Googe (basis), betul-betul memecahkan keheningan suasana. Lagu berikutnya, When You Sleep. Setelah lagu ini barulah penonton mulai berani meneriakan nama-nama mereka, dan semua serentak meneriakan “Belinda”, dan Belinda pun menjawab “hello" --- ...aduhay :p - editor

Next song from new album. "New You" dimana sound gitar Kevin Shields sangat luar biasa, layers gitarnya bertekstur sangat indah. Lebih keren daripada di albumnya! "You Never Should" menjadi lagu kempat yang dibawakan. Lagu kelima, salah satu track fave saya dari tremolo EP “Honey Power”. Lagi-lagi, penonton mulai histeris meneriakan nama Belinda berkali-kali, dijawab dengan senyum Belinda oh damn so sweet ha ha. 

Oh ya, di setiap pergantian lagu, Kevin dan Belinda selalu mengganti gitar mereka. Kevin Shield dengan Jazzmaster, dan Belinda kadang-kadang dengan bergantian antara Jazzmaster dan Jaguar. Gitar Belinda selalu berwarna glitter, tentu saja menambah pesonanya sebagai gitaris yang “pemalu”. Gitar akustik pun dimainkan oleh Kevin untuk lagu "Cigarette in Your Bed". Gitar Jazzmaster kembali di tangan Kevin Shields untuk lagu "Come in Alone". Pada jeda lagu terakhirnya Kevin menyempatkan tuk berucap, “hello, this is our last gig in Tokyo”, dan pukulan ripple snare Colm membuka sebuah lagu klasik berjudul "Only Shallow".     

Aihh.. Belinda pun berkata “thank you, thank you for coming” Yeahhhhhhh.. Senang sekali mendengarnya. Kevin sempat kebingungan karena suara gitarnya tidak keluar, dan hanya noise atau mungkin loop nya yang terdengar. Bisa dibayangkan line rig effect-nya pasti rumit sekali ha ha ha. Setelah bertanya kepada kru dan  soundnya kembali normal, lagu "Thorn" ditampilkan apik. Selang lima detik, "Nothing Much to Lose". Lagu ini menjadi penampilan favorit saya, dimana Debbie Googe sangat atraktif dan energik. Sound bass-nya sangat terasa menggelegar! Meski bagi saya di lagu ini, sound yang dihasilkan kurang maksimal, but, they were still amazing.

Berikutnya, alunan feedback guitar Kevin mengalir dan membuka sebuah lagu gundah paling dinanti, "To Here Knows When". Kombinasi sempurna antara sound gitar, loops, dan suara desahan merdu Belinda. Dan setelahnya dari EP you made me realise “Slow”. Di lagu ini gitar Kevin lebih terdengar warm daripada di albumnya. Sepertinya inilah lagu yang paling ditunggu oleh para pembeli tiket. Setelah terdengar loops drum dari “Soon”, para penonton langsung bersorak dan tepuk tangan. Semua orang menggoyangkan badan dan seolah ingin berdansa. 

Seperti biasa setelah berganti gitar dan feedback pun terdengar, this is the most harsh song that I should dance, kami dihajar dengan lagu “Feed Me With Your Kiss”. Tapi jangan harap bisa joged ala punk rock konser di Jepang, kita hanya bisa menggerakan badan sekedarnya. Bagi mereka, konser mahal untuk didengarkan dan dinikmati. Masalahnya, bagi saya  pogo dancing merupakan cara untuk menikmati konser ha ha ha. Yeah this is japan. Shouganai. Saya pun hanya menggoyangkan badan dan kepala.

Bisingnya You Made Me Realise


Kelar lagu diatas, sang penabuh drum Colm Coisog langsung memberikan aba-aba untuk sebuah lagu sinting berjudul "You Made Me Realise". Dan pas segmen noise session, sangat dahsyat. Harsh noise yang menurut saya cukup berstruktur, 5 menit pertama disuguhi dengan low-mid bass noise yang terasa seperti ditancapkan pelan-pelan ke kepala kita. Terasa sekali sound system mulai naik ke frequensi middle, fuzz dan octave terasa jelas dan terasa segala isi dari dalam otak saya  seperti diblender ha ha ha. Seolah mendengarkan merzbow live menggunakan guitar. Tekstur soundnya memang monoton, tetapi sound yang dihasilkannya sangat “blended”. Setelah 10 menit pitch mulai terasa dan memekakan telinga, cymbal yang terus dipukul oleh colm sampai tidak terdengar. Gain pun sepertinya dinaikan beberapa desibel. Yang menarik olah tata lampu  dan visualisasi yang terus berubah semakin menambah atmosfir keriuhan noise di lagu ini.

Puncaknya, tsunami gelombang noise terdengar begitu jelas dan sangat kencang sekali. Terkadang frekuensi tinggi begitu terdengar dan memekakan telinga, sampai tidak sadar saya terus menggoyangkan badan mendengarkan noise session ini. Kerennya, tanpa aba-aba, langsung kembali masuk ke badan lagu. Lagu ini pun menjadi penutup konser.

Di akhir konser, Kevin melambaikan tangan dan dari gerakan mulutnya berkata “thank you”. Tidak ada encore dan selesai. Thats it... Damn!! Sepertinya saya ingin terus berada disana dan masih ingin terus mendengarkan 10 lagu lagi sampai puas. Tapi dengan ini saya harus merasa 'cukup puas'.   

"See you again Kevin, Belinda, Debbie, Colm. We wish you come to Indonesia"

Itulah kalimat yang sangat ingin saya sampaikan ke mereka. Apabila mereka konser di tanah air, saya akan pogo dancing dengan bebas. Ha ha ha ---- sepakat, than! :)). Setelah selesai rasa haus pun tak terelakkan, saya beranjak pergi menuju antrian penukaran drink ticket dengan sekaleng Heineken Beer. 

Selagi mengantri saya teringat pamflet MBV Japan Tour tertempel di beberapa dinding. Saya ingin mencabutnya dan membawa pulang. Kebanyakan penonton sekadar mengambil foto dari pamflet itu. Hemmm, sayangnya, sedikit demi sedikit telah dicabut. Damn, karena saya masih mengantri beer, hanya bisa melihat pamflet yang terus menerus di cabut oleh para fans MBV. Dan begitu pula salah satu tempat pamflet yang di tempel di luar gedung. Saya telat beberapa detik dengan para Oneesan (Japanese women) yang sedang menggulung pamphlet tersebut. 

Yah sudahlah memang bukan rezekinya. Yang membuat saya kagum, para penonton MBV bukan hanya kalangan anak muda, tetapi orang tua yang menurut saya berumur 40 tahunan, bahkan ibu-ibu. Mungkin mereka memang penggemar setia MBV dari jaman 90-an. Dan juga para wanita-wanita yang sering saya lihat datang bergerombol. Persentasi wanita dan laki-kali mungkin 50:50. Sangat wajar apabila tiket langsung sold out dalam waktu beberapa jam.

Well, terima kasih untuk Fauzi Rahman dengan semua informasi tentang MBV di Jepang. Peter yang memberikan saya kesempatan untuk mengisi di blog ini. Thanks Pete, kangen gue manggung lagi bareng band Avenue yang sudah menjadi bagian hidup dalam bershoegaze ria ---- ha ha ha buruan balik, ntar kita bikin acara lagi :))

(Ditulis oleh Fathan Goenandar)
------------------------------------------------

My Bloody Valentine Japan Tour 2013
Extra Stage February 10th @ Studio Coast Shinkiba, Tokyo
Set List
1.    I Only Said 
2.    When You Sleep 
3.    New You 
4.    You Never Should 
5.    Honey Power 
7.    Come In Alone 
8.    Only Shallow 
9.    Thorn 
12. Slow 
13. Soon 


Note: rekaman Audio bakal di upload dalam waktu dekat. Maaf direkam dengan iphone didalam saku celana, jadi kualitasnya sangat jelek.


Fathan Goenandar

Minggu, 27 Januari 2013

Album Terbaru My Bloody Valentine?! Tiga Hari Lagi!!



Okey, entah dia hanya bergurau atau betul-betul serius menjawabnya. Sebuah pertanyaan yang bisa dibilang telah menjadi sebuah enigma atau mungkin mitos dari sebuah band yang juga penuh misteri, sebuah album terbaru My Blood Valentine. Dua dekade lamanya, MBV menghilang setelah merilis album Loveless, sebuah album yang bisa disebut sempat menjadi anomali dari tekstur musik alternatif di era 90-an.

Di sela-sela pentas pemanasan di Electric Brixton, Kevin Shields menjawab pertanyaan dari penonton tentang kapan album terbaru MBV akan keluar. Dan dia menjawab, 'maybe in two or three days'

So, kengkawan semuanya, apapun itu, bersiaplah dengan sebuah album terbaru MBV. Penantian selama 21 tahun lamanya akan terbayar, dan apapun dan keren atau tidaknya album itu, i dont give a fuckin care, its MBV, dude!! 

#klik pranala youtube diatas!
-----------------------------
#klik pranala youtube dibawah ini untuk mendengar sebuah materi terbaru MBV, bertitel sementara 'Rough Song'!!!

Senin, 31 Desember 2012

Gazing on Indonesia's Shoegaze Albums in 2012

Ditengah isu kiamat oleh bangsa Maya, skena shoegazing Indonesia masih bertahan dengan kewarasannya untuk meracik kebisingan yang apik didengar. Semakin atraktif dan colorful. Oh, Viva 2012!

Satu tahun enam bulan usia blog ini, dan sepanjang tahun 2012 seperti agak sedikit kalem oleh keriuhan rilisan fisik shoegazing dibandingkan tahun 2011. Beberapa band yang diharapkan bisa merilis materinya pada tahun 2012 seperti Whistler Post, Damascus, ataupun Ansaphone, sepertinya masih berkutat di dapur rekaman mereka masing-masing.

Beberapa band-band baru yang bisa terlacak dan dishare materinya, meski jumlahnya tak sebanyak dua tahun lalu. Beberapa acara musik masih minim, meski mungkin memang dasar frekuensi dan radar kami saja yang rada lemot.

Meski begitu, blog ini masih bisa meriset rilisan-rilisan fisik shoegaze lokal. Kriteria utama tentu haruslah shoegaze dan dreampop. Ada beberapa rilisan yang memadukan dengan sentuhan postrock, ada yang berhasil, ada juga yang tidak. Dan itu hal yang sulit. Tapi tentu ini adalah pandangan subjektif kami semata.

Dan di tahun 2012, kami mengagumi dua band yang berhasil merilis album yang begitu keren dan tak kalah dengan band luar. Eksplorasi musiknya lebih atraktif dan segar. Materi-materinya tentu saja pekat dan shoegazing dan dreamy, serta layak untuk dibeli.

Dan inilah mereka, sodara-sodara...

"Dan betul, Astrolab mulai menjelajah lebih liar. Jika sebelumnya, fragmentasi sound kental dari band-band dreampop seperti Blueboy ataupun Ocean Blue, kini musik mereka lebih dinamis dan kaya akan sonic sounds dari dreampop dan shoegaze." 


"Album ini siap memuaskan para pecandu hamparan nada-nada meruang, yang telah dirintis oleh TheMilo. Tetapi MVM punya cara mereka sendiri, dan album ini menyenangkan untuk dinikmati siapapun."
---------------------------------
cd dari kedua band ini bisa dibeli dengan mengontak laman facebook mereka, semoga tak kehabisan..

Sekilas rilisan album shoegaze lokal di 2011:

Minggu, 23 Desember 2012

Soundclouding The Ajie Gergaji

Sudut langit Kota Kembang kini memiliki nada dan suara. Menggantung di atap langit, beralamat di https://soundcloud.com/ajiegergaji, dan mengundang siapapun untuk berkolaborasi. Dan bisa diunduh!


Ajie Gergaji berbaju kuning
Betapa ajaibnya abad ini, musik bisa menghantui setiap sudut kaki langit berkat internet. Vokalis Themilo tampak menikmati sekali dunia maya sebagai wahana alternatif untuk idealismenya yang mungkin tak bisa seluruhnya tertampung di bandnya. Membanjir, Ajie memilih bermain nada dan suara di portal musik soundcloud.com.

Konten musiknya pun tampak selalu terupdate dengan lagu-lagu baru. Beberapa trek kolaboratif dan solo masih tetap pekat bernuansa, dreamy dan ambience, kekhasan Ajie di band Themilo. Namun dari semuanya ada dua trek yang bikin saya tergelitik untuk mendengarkannya, 'Ambilkan Bulan Bu' dan 'Linger'-nya The Cranberries.

Souncloud-nya

Well, berikut ini, wawancara santai dengan si empunya laman beralamat di https://soundcloud.com/ajiegergaji, mulai dari soal  kegemarannya berkolaborasi, spek rekaman rumahan a la Ajie Gergaji, kiat jitu Ajie meramaikan laman soundcloud-nya, 'trauma' lelah bikin album, sampai soal-soal lainnya yang mungkin bermanfaat bagi kita semua. 

1. Why soundcloud? 
karena soundcloud bagi gw adalah media teknologi paling berguna, mudah dan asyik utk nyimpen portfolio sekalian sharing denger sm orang banyak. udah gitu bisa dikomen dan diunduh.

2. proses rekaman dari lagu2 tersebut seperti apa? 
proses rekaman sangat2 sederhana. gw buat karya lagu di studio yg lokasinya di rumah. sadsonic labs. digital studio. tinggal ada ide, colok sana, colok sini, controller disana, monitor disini. beres. hehehe.

3. Seluruh instrumen dimainkan Ajie sendiri yah? Spek alat rekam rumah ajie apa aj?
Semua instrumen diisi oleh gw sendiri (saat ini), knp gw pake tanda kurung krn karya selanjutnya melibatkan dua orang musisi. tunggu aja tanggal mainnya. spek alat rekam?? digital studio sangat2 mutakhir dengan teknologi terkini!. gw manfaatin apa yg gw punya aja. laptop macbook white dgn software garage band, reason dan adobe soundbooth, controller dari line6 lalu monitor altec lansing selebihnya pake hybrid instrument: hati, telinga dan jiwa saya sepenuhnya.

4. Tell us about your influences buat lagu2 solo di laman soundcloud? ada perbedaan dg musik Themilo?
 untuk karya2 kolaborasi mungkin berbeda, karena didalam soundcloud gw ada yg gw diajak utk mengisi part gitar, vokal dll. secara utuh adalah karya mereka, jelas berbeda dengan themilo. tetapi secara teknis gw bermain ga ada perbedaan dgn themilo, karena karakter yg telah tercipta mungkin ya. hahaha. ada beberapa temen yg berkomentar lgs via chat bhw lagu yg gw buat sendiri (bkn karya kolaborasi) beberapa msh terdengar spt themilo. gimana dong? hahaha.

5. banyak kolaborasi yah? khusus Yustie, siapakah dia?
gw org yg sangat suka sekali sm kerjasama. sengaja dibuat seperti itu karena gw ingin menghadirkan sesuatu yg beda dari gw bersama themilo. Yustie seorang teman. dia adik kelas gw saat kuliah jaman dulu kala, dia jg seorang vokalis dari band yg telah bubar dan dia adalah seorang guru vokal dadakan. saat jumpa, gw bercakap2 gmn kabar band-nya trus skr ngapain, bla bla bla dan yg gw sayangkan..dia udah lama ga tampil jg bernyanyi. dari situ lah gw tarik dia supaya kembali bernyanyi. skr yusti suka dibawa2 sama themilo jadi additional vocalist.

6. cover version lagu ambilkan bulan, why? hasilnya sih asyik juga hehe; dan Linger, damn!
hahaha ambilkan bulan ya. hmm..gw terinspirasi dari anak gw yg suka nyanyi ambilkan bulan. lagu pengiringnya ceria sekali. gw pikir kenapa ga dibuat psychedelic aja biar semua org di segala usia bisa dengerin lagu yg sangat2 legendaris dan penuh khayalan ini.
khusus linger, sengaja gw meng-cover lagu yg disukai semua org dengan versi gw agar page soundcloud gw dikunjungi banyak org. jadi sedikit berbau mengundang agar bisa dengerin karya2 gw yg lainnya. hehehe.


7. bagi yg mau kolaborasi hubungi anda harus kontak dimana?
 bisa kontak gw: ajiegergaji@themiloband.com

8. ada rencana bikin album solo?
untuk album solo..ternyata gw ga tertarik ngerjain album mulai saat ini. ngerjain album itu berat bgt bagi gw, apalagi dengan pengalaman yg gw alami saat pengerjaan album photograph-nya themilo. gw lebih suka semuanya mengalir begitu aja, karya2 gw yg lahir adalah sesuai dengan mood gw pada saat itu bisa terealisasi. silakan aja org2 untuk membundel karya2 gw yg di share secara gratisan ini.   

9. cmon lennon, white shoes, dan nanti rumahsakit, rilis vinyl. Bagaimana dg themilo?
vinyl themilo? bole juga tuh.
-----------------------------------------------------------