Tampilkan postingan dengan label Themilo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Themilo. Tampilkan semua postingan

Minggu, 07 Juni 2015

Themilo - Serbuk Terbang Telah Sirna

Single terbaru Themilo bakal membuat para pendengar setianya untuk mengernyitkan dahi. Judulnya Serbuk Terbang Telah Sirna, yang baru rilis 6 Juni kemarin.





Perubahan akan terjadi dimanapun, kapanpun, dan pada siapapun. Termasuk Themilo yang kini usianya sudah lebih dari 1 dekade, telah melewati banyak momen kacau seperti saat master album Photograph hilang dari komputer dan memaksa mereka selama 7 tahun kehilangan mood untuk merilis apapun. Kemudian album tersebut rilis, dan momen bahagia ketika rilisan vinyl dan cd Let Me Begin bisa terwujud dengan selamat.

Kebutuhan untuk penyegaran dilakukan oleh Themilo. Serbuk Terbang Telah Sirna adalah perubahan tersebut. Perubahan corak musik yang bakal bikin kaget pendengar die hard Themilo. Lagu ini lebih upbeat, indie 90s, dua hal yang tak ditemui di album Photograph, bahkan di album Let Me Begin. Layer noise ala shoegaze dreampop mulai tak kentara, dan setiap instrumen bisa lebih muncul. Namun sonic landscape tetap membaluti lagu melalui kibor Unyil.

Bagi yang sudah membeli single lagu ini via online atau pada saat Themilo manggung tanggal 6 Juni kemarin tentu membutuhkan waktu untuk mencerna, tetapi bagi saya, lagu ini tetap keren dan patut dinikmati. Lirik Ajie yang mungkin lebih kaya makna dan arti, membuat saya yakin kalau perubahan musik Themilo tak ada yang perlu disesali. Lebih mature, istilahnya.

Bicara perubahan, saya jadi ingat ketika Ride melakukan perubahan musik di album Carnival of Light. Ketika itu para fans mereka syok, meski mendapat review yang lumayan oke, tetapi proses transisi yang tak mulus oleh band, justru menjadi blunder. Apakah Themilo bisa melakukan transisi yang nyaman? Hanya mereka yang bisa menemukan jawabannya. Merilis satu single ini secara online bisa dibilang cara yang baik untuk proses tersebut.

Akhir kata, saya sarankan untuk menikmati perubahan Themilo dengan pikiran terbuka, karena setiap hal butuh perubahan yang menyegarkan. Dan mereka bisa membuktikannya dengan baik dan apik.

--------------------------------

Dapatkan single Serbuk Terbang Telah Sirna IDR 10.000 dengan mengontak mereka di twitter atau di situs mereka >>>> http://themiloband.com/


Kamis, 04 Juni 2015

Reissued Themilo

Satu bulan lebih Records Store Day berlalu, Themilo merilis ulang Let Me Begin dalam bentuk vinyl dan cd. 



Bersyukurlah bagi yang telah memiliki vinyl Let Me Begin Themilo, dan juga CD-nya. Meski diwarnai telat jadwal rilis, namun si label perilis, Majemuk Records, bisa mewujudkan impian memiliki rilisan album perdana band shoegaze Bandung ini dalam bentuk berbeda selain kaset.

Saya sendiri alhamdulilah sudah dapat edisi vinyl dan cd. Plus tandatangan formasi awal di album tersebut, khususnya tandatangan Coro, si drummer yang dulu sempat menjadi personil Cherry Bombshell.

Menurut saya, seperti di artikel sebelumnya, album ini adalah album terbaik dari Themilo, bahkan dibanding dengan album Photograph. Kontur musik Themilo jauh lebih berwarna dan hidup, kita bisa dapatkan sisi fuzzy dan juga dreamy di album tersebut.  Rilisan berbeda dari album ini adalah hal terbaik bagi penggemarnya, seperti halnya ketika The Upstairs me-vinyl-kan album Matraman.

Rilisan ini memang tak sempurna seperti harapan dalam perjalanannya. Sempat diwarnai molornya jadwal rilis untuk vinyl, lalu juga kesalahan penempatan trek, dan juga kurang bagusnya kualitas audio di cd maupun di vinyl. Beberapa teman saya mengkritik soal kualitas audio yang terkesan 'mendem'.

Entah apa yang menjadi masalah sebenarnya, apakah dari kualitas masternya ataukah ada kesalahan dalam mastering dan mixing untuk dijadikan vinyl dan cd. Ekspetasi awal akhirnya harus menyesuaikan apa yang disajikan oleh rilisan tersebut.

Saya mencoba berpikir positif saja, apapun itu, rilisan berbeda Themilo ini tidaklah mengecewakan amat. Bahkan jika dibandingkan dengan rilisan vinyl Seringai dimana banyak juga yang kecewa dengan kualitas soundnya. Let Me Begin versi vinyl dan cd masih dianggap lebih baik. Itu juga kata teman saya.

Overall, rilisan terbaru Let Me Begin plus 4 trek lagu unreleased, menjadi rilisan yang penting untuk dimiliki. Penting karena menjadi awal musik shoegaze di negeri ini. Segeralah membeli rilisan ini, sebelum nanti para penimbun akan membuat mahal dan kamu akan kecewa.

Jumat, 04 Oktober 2013

Themilo: Let Me Begin into a Vinyl

Sebuah pesan twitter dari akun Themilo mengusik lini masa followernya dengan tweet band ini berencana merilis ulang album pertama Let Me Begin dalam versi CD dan Vinyl. Sesuatu yang memang seharusnya dihadirkan untuk album tersebut.

Themilo ver.01
Jadi begitulah. Tweet tersebut memastikan rencana untuk rilis ulang Let Me Begin ke dalam versi CD dan Vinyl. Sebelumnya memang hanya versi kaset saja yang juga sempat dirilis dalam versi Re-packaged. Kalaupun ada CD-nya, seinget saya berupa versi bajakan Glodok yang kerap kelihatan di kaki lima tenda.

Album pertama band asal Bandung ini sudah seharusnya dihadirkan dalam format Vinyl. Harapan ini juga sudah tercetus dari beberapa pemadat vinyl, salah satunya saya sendiri. Album ini tak hanya layak, tetapi juga penting bagi para peminat musik shoegaze di skena lokal. Ini adalah album shoegaze yang tak hanya yang pertama, tetapi juga colorful dan referensial.

Let Me Begin bagi saya seperti sebuah album yang unik dan keren. Ajie Gergajie dan rekannya seperti hendak test on the water terhadap para calon pendengarnya.  Kaset album ini menghadirkan dua warna dari musik shoegaze di masing-masing sisi kaset. Side A, tampak fuzzy noise seperti Ride, Adorable, ataupun Boo Radleys - lagu Lolita, Lazy, atau Perfect World. Di side B, begitu dreamy seperti Slowdive dan Cocteau Twins - terlihat di lagu Malaikat, Romantic Purple, atau Yin's Evolving yang sangat indah.

Ketika Ajie pernah memberi saya kaset Ripple setelah manggung bersama Cherry Bombshell, di sebuah kampus Cempaka Putih, lebih dari sepuluh tahun lalu, berisikan lagu Sianida, vokal Alexandra, dan membisiki band ini akan merilis album penuh, saya jadi belajar juga soal musik yang diusungnya ini. Let Me Begin menjadi album yang yang saya bilang sebelumnya, referensial.

Dan akhirnya di album Photograph, Themilo lebih dominan nuansa dreamy dan modulasinya, dan hanya lagu Stethoscope kira-kira mewakili kesan fuzzy. Jujur, saya lebih menyukai album pertama mereka ketimbang album Photograph yang sebenarnya album yang apik. Entah kenapa, bagi saya, Let Me Begin tampak begitu rileks dan spontan. Saya suka kehadiran Alvin Yunata di lagu Lazy.

Sempat berpikir sebelum tweet itu muncul, Themilo suatu saat di sebuah acara akan memainkan seluruh lagu dari Let Me Begin, itu akan menjadi momen yang luar biasa. Tentu saya akan stagediving di setiap lagunya, seperti ketika mereka main di Tribute to 90s Shoegaze, lima tahun silam, dimana blog Wastedrockers berucap untuk pertama kalinya ada stagediving di lagu-lagu Themilo, bahkan semacam Malaikat atau Romantic Purple.

Merilis ulang Let Me Begin dalam cakram hitam 12 inch adalah kejutan yang menyenangkan. Entah siapa yang akan merilisnya, semoga terjadi dan dirilis. Tak ada kabar terindah yang bisa saya harapkan selain hal ini, dan tentu para penggemarnya. Sepertinya bisa menjadi kenyataan.

So i'll say, Let Me Begin into a vinyl, what a descent texture for a great noise landscape album.

---

Kamis, 08 September 2011

Shoegazer Geek: Ajie Gergaji

Judul artikel berseri ini hanya plesetan dari Guitargeek.com, sebuah situs gitaris populer yang menampilkan ulasan rigs effects atau perangkat efek dari gitaris dunia, mulai dari blues, hairy metal, hingga punk sekalipun. Nah, Shoegazer Geek ingin mengulas penjelajahan musikalitas dari para gitaris band shoegaze di Indonesia, dan gitaris yang berkenan berbagi ilmu secara perdana adalah Ajie Gergaji dari Themilo.

Ajie Gergajie
Sosok vokalis dan gitaris dari band Themilo ini bertanggung jawab pada karakter musik Themilo yang meruang dan berlapis. Mantan personil Cherry Bombshell yang juga penggemar Helmet ini baru saja merilis album kedua Themilo yang tertunda begitu lama, bertajuk Photograph. Dibawah ini, skema routing effects milik Ajie, baik di atas panggung maupun studio;

Fender Jaguar'62 --> Rocktron: Noise Suppressor --> Boss: compressor-sustainer --> Marshall: Shred Master --> Boss: Chorus --> Boss: Digital Delay --> Hughes & Kettner: Replex - Analog Delay with Tube --> Fender Twin Reverb / Vox AC30 / Roland Jazz Chorus Amplification.

 Talking about Noises

Berikut interviu singkat bersama Ajie Gergaji tentang proses kreatif olah sounds, pilihan antara analog dan digital, serta kenangan efek pertamanya saat masih di Cherry Bombshell.

1. Apakah ada perbedaan rig effect ketika di album pertama dan kedua Themilo? Kalo iya, seperti apa?
Ada perbedaan. album pertama blom pake Hughes & Kettner: Replex.

2. Marshall Shred Master, ada alasan tertentu memakainya ketimbang efek distorsi lainnya?
Sebelum efek ini dulu saya pake Boss Metal Zone, Distortion dan distorsi dari KORG AX30G multiple fx. Marshall Shred Master bagi saya memiliki overdrive yang nyaman di telinga, mudah pengaturannya dan yang terpenting adalah berkarakter.

3. Ketika masih di Cherry Bombshell, rig effect-nya seperti apa sih?
Serius mau tau rig fx saat di cherbomb? banyak banget! :p --> KORG AX30G Digital Multiple Effect.

4. Proses kreatif olah sound effect menurut elo seharusnya bagaimana? Apa kita harus berburu efek-efek high-end?
Umumnya membaca dari beberapa referensi bacaan utk mendptkan efek yang diinginkan. Tapi bagi saya tidak demikian pada awalnya. Proses kreatif mungkin berbeda pada setiap orang. Kebetulan saya itu lebih MEMANFAATKAN SESUATU YANG ADA/DIMILIKI untuk mendapatkan sesuatu yg saya inginkan. KORG AX30G adalah efek pertama yang saya siksa setiap hari sampai pada akhirnya saya benar-benar paham. Dan pada akhirnya membandingkan antara sistem efek Digital dan Analog untuk memahami kelebihan dan kekurangannya. Saya beralih ke efek Analog dikarenakan saya nyaman dengan itu semua.

5. Ada kabar Themilo bersiap bikin album baru lagi? Kalau iya, apa ada kejutan terbaru (semoga tidak sampai 7 tahun lg)?
Themilo sedang proses pembuatan album ketiga.kejutan? Simak aja pada waktunya nanti :)

 -----

Check out his music and songs with Themilo at http://themiloband.com/ 
or his solo-materials at http://www.myspace.com/ajiegergaji 

Rabu, 03 Agustus 2011

Themilo - Photograph

Setelah 7 tahun didera berbagai cobaan teknis dan non teknis, akhirnya Themilo merilis album kedua bertajuk Photograph. Ajie Gergaji cs. berhasil memupuskan lara para penikmat musik mereka yang sempat terbuai oleh sajian materi tak resmi di dunia maya.

 

Dibuka dengan materi instrumental berjudul Stethoscope yang megah dibalut distorsi reverb, seperti pintu masuk sempurna untuk memasuki ruang imajinasi para personil themilo, terdiri dari Ajie (vokal, gitar), Upik (gitar), Suki (bass), Unyil (kibor), dan Budi (drum). Beberapa lagu yang dikenal menjadi favorit klasik para loyalis Themilo, seperti For All The Dreams That Wings Could Fly, So Regret, atau Dreams, menghanyutkan dengan kejernihan musik mereka. Lagu penutup, Apart, menjadi epilog syahdu, seakan Themilo sedikit memelankan diri sejenak dari derap musik mereka yang telah dirintis hampir 9 tahun lamanya.

Themilo

Album Photograph sudah tersedia di berbagai toko musik favorit anda di Indonesia, khususnya Jakarta dan Bandung, atau singgahi situs mereka di http://themiloband.com/ untuk informasi lebih lanjut.

"Delapan komposisi dalam konsep musik dingin dan misterius" (Adib H. - Rolling Stones Indonesia)

Rabu, 27 Juli 2011

Themilo - When You Sleep (MBV)

Beberapa bulan setelah acara Tribute to 90's Shoegaze dua tahun lalu, dirilis sebuah materi live dari The Milo saat membawakan lagu My Bloody Valentine berjudul When You Sleep pada acara tersebut. Lagu ini hasil olahan dari video Themilo di youtube (bisa dilihat di postingan blog ini). Sempat di-share gratis di blog howdoesitfeeltofeel1979, atas persetujuan Ajie Gergajie. Berikut link unduh dari lagu tersebut. 

Themilo

Download Link
*Mengingat sudah di-suspended oleh Mediafire, bagi yang menginginkan file lagu ini bisa mengirim email ke kami untuk dikirimkan mp3nya. cherio!