Senin, 08 Agustus 2016

See The Eye - Social Bribe

See The Eye adalah band nugaze or shoegaze whatever you want to call it dari Jakarta. Single terbaru berjudul Social Bribe yang patut disimak.



Band ini sebenarnya pecahan dari Deasterina, dimana dua personilnya, vokalis dan gitaris, memutuskan mundur dan mendirikan band baru bernama See The Eye. Personilnya adalah Yudhitaprawestiah (Vocal),Harry Zulhazs (Lead guitar),Danny Yuwanda (Ritem Guitar), Abee Kusmara  (Bass), dan  Arya Adita ( Drum )



Single Social Bribe menjadi salam pembuka dari band ini. Materinya oke juga, bisa menjadi single perkenalan bagi para penikmat musik sejenis. Penasaran juga untuk melihat penampilan live mereka kelak di atas panggung. Untuk sementara ini, bisa disimak lagu Social Bribe di laman soundcloud mereka https://soundcloud.com/seetheeye/social-bribe


Jumat, 24 Juni 2016

Swervedriver Gig at Singapore, 15 June 2016


Beberapa hari lalu, saya dan beberapa teman menonton penampilan Swervedriver di Hood Bar & Cafe di Singapura. Tiketnya murah, Rp500ribu saja. Secara keseluruhan, penampilan mereka tetap tight dan keren meski hanya ditonton mungkin sekitaran 100an orang (mungkin juga bisa kurang).

Mungkin karena acaranya memang dibuat dadakan dan memanfaatkan waktu transit para personil Swervedriver sebelum memulai tur di NZ dan Aussie. Tapi malah bikin kami bisa leluasa untuk obrol2, poto-poto, dan legalisir apapun yang kami bawa dari tanah air hahaha

Jadi saya ingin share saja pepotoan dari konser Swervedriver untuk manteman semua :) selamat ngiri eh maksudnya menikmati! Konser mini yang menyenangkan!

stage panggung di hood bar & cafe

mick quinn basis supergrass menjadi basis adisional tur swervedriver

adam franklin dan jimmy hartridge, dua personil asli swervedriver
gitar jazzmaster adam franklin
efek rig milik jimmy hartridge
detil efek rig disisi kiri immy h
d etilrig effect jimmy di sisi kanan
rig efek adam franklin
rig efek adam franklin di sisi kirinya
kontingen endonesa poto bareng sebelum berpisah!
set list
legalisir!

Btw, beberapa hari lalu saya mengirim email ke Jane Blondel dari Songs For Children yang membawa Swervedriver ke Singapura, dan email dibalas, dan isinya bikin saya sumringah :D mau tau apa balasannya? 

"Swervedriver would love to go to Indonesia, next year"

Fuckin' A! 

Senin, 06 Juni 2016

How and Why I Love a Band Named Swervedriver

Tanggal 15 Juni 2016, Swervedriver akan manggung di Singapura. Dan saya berharap tak ada aral melintang untuk menonton mereka.




Swervedriver adalah band favorit saya jika bicara soal band shoegaze. Ketika dua minggu lalu ada kabar mereka akan manggung di Singapura, saya langsung terhenyak, karena tak terlintas siapa juga yang mau mengundang band ini ke negara terdekat dari Indonesia. Maksudnya, mereka Swervedriver. Bukan Ride atau Slowdive. Tak begitu banyak yang menikmati musik mereka.

Band ini terlalu penting untuk saya cuekin, bahkan, jujur saja, ketika tahun lalu Ride dan Slowdive manggung di Singapura, meski saya pengen nonton, tapi sebegitu inginnya, tak nonton juga tak apa. Namun Swervedriver berbeda. Karena ada tiga band favorit saya, dan harus nonton mereka, yaitu MBV, Swervedriver, dan Medicine. Semacam bucket list saya!

Bicara soal Swervedriver, band ini benar-benar memikat saya lewat album-albumnya. Band asal kota Oxford, UK, yang berteman dengan Ride, yang mana juga membantu mereka untuk dikenalkan kepada Alan McGee. Bos Creation Records ini kemudian merilis ketiga album mereka. Jadi jika Alan McGee sudah oke sama sebuah band, bisa dipastikan keren lah hahaha

Sebelum mengenal Swervedriver, saya sudah mendengar band-band shoegaze macam Slowdive atau MBV dan lainnya. Suatu ketika teman saya menjual sebuah kaset Swervedriver dari album Mezcal Head, dan bilang ke saya kalau band ini shoegaze. Saya beli, dan ketika diputar, cuma bisa bingung, ini shoegaze? Kok beda yah? Nggak ngiung ngiung macam MBV atau berdelay ria kayak Slowdive hahahha



Tanpa sadar selama sebulan lebih kaset itu saya putar terus di tape deck dan walkman. Saya putar terus jika di angkot atau ke rumah teman hahaha Band ini kok berbeda dengan MBV atau bahkan Slowdive. Mereka lebih rough, lebih intense, grungey in some ways, tapi punya feel yang sama dengan band-band shoegaze lainnya. Kayak antara Sonic Youth, Dinosaur jr. atau Husker Du yah. Tapi, maaf, hahaha lebih keren dari ketiga band itu hahaha

Coba dengarkan lagu-lagu di album tersebut, seperti Duel (pernah masuk lagu di game Road Rash kalo gak salah), Duress (intro wah-nya, adalah yang paling keren sedunia menurut gue), atau lagu terakhir berjudul Never Lose The Feeling. Beberapa lagu bahkan pernah saya cover di Damascus. Materi di album ini bagus banget.

Sejak itu saya mulai mencari album2 lainnya, dari band yang dimotori Adam Franklin, Steve George, Jimmy Hartridge,, dan Jez Hindmarsh. Album pertama mereka Raise, juga keren banget, bermaterikan lagu semacam Rave Down, Sandblasted dan Son of Mustangs yang rough banget, memancing orang untuk stagediving.

Album ketiga mereka Ejector Seat Reservation dan keempat 99th Dream, saya suka. Ada sedikit perubahan musik yang pelan-pelan sedikit kalem. Untungnya saya tak kesulitan untuk mendapatkan album-album tersebut, yang ketika itu mungkin 12 tahun yang lalu, dimana siapa pula yang mau dengar band semacam ini. CD macam Swervedriver bisa saya dapatkan hanya 50 ribuan ketika itu.




Perburuan pun berlanjut dengan mencari vinyl-vinyl mereka. Harga vinyl album first pressing mereka sudah tinggi. Beruntung saya mendapatkan versi reissue limited edition untuk album pertama dan kedua dengan harga bagus yang kini harga jualnya sudah kayak album aslinya di Discogs. Dan koleksi lainnya pun semakin tak tertahankan untuk saya beli yang kebanyakan di Discogs.

Bicara aspek musiknya, Swervedriver mungkin bisa dibilang paling alternative rock untuk sebuah band shoegaze. Mungkin karena pengaruh dari band2 US yang diatas saya sebutkan yah. Band saya Damascus pun berdiri tak lepas dari pengen punya band macam Swervedriver. Meski pada akhirnya nggak semua lagu kayak band tersebut, tetapi, iya, Damascus memang terpengaruh banget sama musik mereka.

Mereka kebetulan reuni tiga atau empat tahun lalu, dan baru saja merilis album kelima mereka setelah terakhir di tahun 1998. Meski ada sedikit perubahan di musik, lebih berkembang karena Adam Franklin di album2 solo-nya mulai sedikit psikedelik, namun album kelima berjudul I Wasn't Born To Lose You mendapat review yang bagus, termasuk oleh Pitchfork.

Nggak mudah juga sih untuk band shoegaze jebolan 90an bisa melahirkan album terbaru yang bagus paska reunian, contohnya The Telescopes atau Kitchen of Disticntion. Swervedriver bisa melewati transisi tersebut, tanpa harus memaksakan menciptakan energi yang sama puluhan tahun lalu.

Dan kini Swervedriver akan manggung di Singapura, dengan tambahan adisional seperti basis dari Supergrass, Mick Quinn, dan Mikey Jones di drum. Saya sih sempat menonton live mereka di Youtube, dan sepertinya energi mereka masih sama, belum berkurang banyak. Penasaran seperti apa mereka ketika tepat di depan mata.

Saya sudah beli tiket, dan menonton mereka ketika bertepatan bulan puasa haha Yah, kapan lagi, dan berharap bisa legalisir beberapa koleksi saya bersama band tersebut. Band ini terlalu penting untuk dilewatkan bagi saya. Dan kebetulan saya suka :D







Minggu, 29 Mei 2016

StrawberryWine - Taste Me

Tak pernah terlintas band ini akan memiliki sebuah rilisan fisik. Berbekal sejumput materi yang terekam, dan sesi interview. Band yang ajaib!



Ketika Dede dari wastedrockers bilang kalau labelnya akan merilis StrawberryWine, pertanyaan pertama, emang ada gitu materi yang terekam selain lagu Taste Me? Ini band yang ajaib, punya materi yang bagus dimana saya pernah mencuri dengar sesi latihan mereka di sebuah studio di Kalibata, namun hanya satu dua lagu saja yang terekam.

Orang-orang di band ini, Bernard (vokal, gitar), Bintang (gitar), Mamat (bass), dan Tiok (drum). Fuzz, distortion, dan lekungan nada dari tremolo arm. Dan single Taste Me, memang mengesankan. Di cd ini, ada materi berjudul Wastage yang direkam dari beberapa live. Jujur, cd ini lebih tepat disebut sebagai usaha archiving dari wastedrockers akan keberadaan band ini.

Tapi masih penting untuk diperoleh cd ini, karena ada cd kedua berisikan sesi interview Dede bersama para personil StrawberryWine tentang macam hal yang pastinya lumayan penting. Band yang ngeselin memang.

----------------------------------------

Jika ingin mendengar teaser lagu Taste Me, bisa cek link artikel StrawberryWine yang lawas di blog ini. Atau ke wastedrockers.wordpress.com dan pesan cd bisa ke labelnya.


Senin, 23 Mei 2016

Heals - Wave (RSD 2016 Cassette Limited Edition)


“Wave”, single kedua dari band muda Bandung yang paling diantisipasi rilisan debutnya tahun ini, Heals. Album debut mereka akan dirilis oleh label indie lokal yang paling konsisten hingga saat ini, FFWD Records.
Waduh, berasa kembali ke era emas nu-gaze circa 2005-2007 nih…❤ (taken from wastedrockers.wordpress.com)

no doubt about it, di rilisan kaset limited edition utk RSD 2016 dicetak hanya 125 keping berisikan dua lagu, Wave dan Myselves, band asal Bandung ini benar-benar menghantui dari aspek musikalitasnya. Like it or not, materi mereka menjanjikan, dan kita lihat seperti apa album penuh Heals yang akan dirilis FFWD Records.

*thanks buat obos si label yang nyimpenin satu kaset buat saya :)) saya bayar kok

Sabtu, 07 Mei 2016

Kick!

Band ini namanya Kick! Menarik..

Mungkin bisa dibilang jarang band semacam ini. Kalaupun ada, biasanya muncul dari band-band yang dinaungi Heyho Records (label ini sudah bubar). Semacam indiepop yang berisik.

Jika kalian mampir ke laman soundcloud mereka di https://soundcloud.com/kickkickband , ada tiga lagu masing-masing berjudul Rakapoo, Black Hit, dan Behind. Materinya bagus kok, seperti band macam The Suncharms atau JMC, atau mungkin mereka terpengaruh juga dengan band-band Heyho Records. Who knows, tapi Kick! menarik untuk disimak.

Personilnya adalah Drum/Vocal: Aidil
Guitar/Bass/Vocal: Dimas
Bagi yang ingin mengundang mereka ke acara kalian, ada kontaknya di soundcloud mereka. Coba diundang, saya jadi ingin dengar live mereka.

Selasa, 05 April 2016

Noirless - Indecisive (Single)

Wow! Satu lagi band shoegaze lokal bermunculan, kali ini dari Bandung, namanya Noirless. Dan pastinya tidak noiseless, dan shoegazing as cool as fuck.



Youtuber bernama Ryoka menaruh link lagu dari Noirless di facebook IndonesianShoegazer. Dia ketik 'bandung, euy'. Well, sepertinya ini menarik setelah kemunculan Heals, band shoegaze apalagi yang muncul dari kota ini. Sudah lama tak muncul lagi geliat band shoegaze bandung setelah era band-band maritime records.

pas denger, wow, keren ini. jarang juga denger band semacam ini. single indecisive punya materi yang at least nggak akan bikin kita lupa lagu ini punya siapa. materinya kuat. saya akan nekat saja untuk menyebutkan band ini hampir mirip seperti  sugarstar. hah, sugarstar!? bukan dalam arti negatif, lebih reminding me a lot bout that fuckin great shoegaze band itu aja.

saya akan menanti rilisan fisik Noirless yang terdiri dari Rama Mazaya (Guitar&Vocal) Aryandra Kareem (Guitar&Vocal) Bayu Arifianto (Bass), dan tentu saja aksi live mereka. jika ada yang tahu kabari yah di facebook grup. penasaran. asli.

follow mereka di
https://soundcloud.com/noirless_band
https://twitter.com/noirless_

Sabtu, 02 April 2016

Hellens - Distancia EP Pre Order

Bersama Gerpfast Kolektif, Hellens bersiap merilis EP perdana bertitel Distancia.



Pre order materi digital via bandcamp mereka sudah dibuka beberapa hari lalu. Jika melirik di laman Gerpfast Kolektif, ada dua lagu yang bisa didengar gratis, dari enam lagu yang akan hadir di EP Distancia. Fadeaway dan Losing Distance (old ver.) benar-benar menarik untuk disimak dari band shoegaze asal Tangerang ini. Berasa 90's dan referensi musik mereka tak jauh dari band-band Creation Records dan 4AD. and that's a good thing, always haha

Saya pribadi tak sabar kapan bisa melihat mereka manggung secara live. EP Distancia sendiri juga akan dirilis dalam bentuk kaset, dan akan dirilis pada Records Store Day 2016 nanti, tanggal 16-17 april. Kabarnya sih kalau jadi, untuk di Jakarta, kaset EP Distancia akan dijual di booth Anoa Records pada saat RSD 2016 di Pasar Santa hahahaha :D

Mari kita tunggu!


Heals - Wave (New Single)

Interesting video for their new single, Heals. Single yang patut disimak dari band asal Bandung ini, karena sekarang ada sisi feminin-nya, dengan vokal female melatari Wave. Mari kita tunggu kapankah album penuh mereka akan dirilis oleh ffwd records.




Rabu, 03 Februari 2016

Gazing on Indonesia's Shoegaze Album on 2015

Tahun 2015 berlalu menyisakan beberapa rilisan fisik shoegaze lokal, tahun yang terbilang aktif. Mulai dari rilisan vinyl sampai kaset. Berikut rilisan 2015 yang mengesankan dan telah terekam di blog kesayangan kita semua. Maaf artikelnya gak bisa panjang, rilisan 2015 terbilang banyak. Alasan.

Indonesian Shoegazer Compilation - Holy Noise

Holy Noise

 I dont know, feeling saya mengatakan kalau Holy Noise bisa masuk ke daftar album kompilasi indies lokal yang esensial.(Wastedrockers)



 Reissued Themilo



Overall, rilisan terbaru Let Me Begin plus 4 trek lagu unreleased, menjadi rilisan yang penting untuk dimiliki. Penting karena menjadi awal musik shoegaze di negeri ini.



Elemental Gaze - Elemental

album Elemental patut dimiliki, sebuah album yang dirilis Sorge Records dengan materi yang apik, solid, dan tertata dengan baik. Spacey and gazing, beautiful and noisey. 


Intenna - Helter Skelter

Sebuah album perdana dari band shoegaze kota Malang yang memikat, Intenna telah hadir. Judulnya Helter Skelter, a parade of beautiful noises.



Deasterina - Demo EP

Band baru asal Jakarta bernama Deasterina merilis sebuah demo EP yang patut disimak. Satu lagi shoegazer baru dengan materi yang tak mengecewakan.